Sejarah Wonosari

Sejarah

SEJARAH DESA WONOSARI

     Asal-muasal Desa Wonosari tak lepas dari beberapa cerita/babat Kendal, dari berbagai nama-nama tempat ataupun disebut dengan Dukuh di Wilayah Desa Wonosari yang diantara lain : Dukuh Tegalsari, Dukuh Ngemplak, Dukuh Sumur Binangun, Dukuh Wonosari, Dukuh Wonokerto, Dukuh Puwon dan Dukuh Soponyono.

      Pada masa Pemerintahan Kadipaten Kendal dijabat seorang Tumenggung yang berjuluk MERTHO WIDJOYO III, yang salah satu keturunan dari Adipati yang bernama JOKO AMINOTO yang mempunyai kesaktian luar biasa, maka banyak para pejabat dan punggawa kadipaten yang tidak senang dengan keberadaan Joko Aminoto tersebut, bahkan telah dilakukan cara untuk membunuhnya namun semuanya tidak berhasil, maka jalan satu-satunya melakukan pengusiran dari Kabupaten Kendal secara halus. Dalam perjalananya ke arah barat sampai di desa yang sekarang Jambearum ke arah utara sampai Ngrangkang yang sekarang Desa Bangunrejo, karena dirinya merasa kurang aman maka Joko Aminoto menuju arah utara masuk kedalam hutan belantara, namun didalam hutan tersebut bertemu dengan orang pencari kayu bakar maka diberinya nama Wonosari, di dalam hutan tersebut dirasakan masih terusik maka terus berjalan menuju arah utara dan disuatu tempat JOKO AMINOTO(DEN BAGOES MENOT) berhenti dan merasa geramnya Joko Aminoto menghentakan kakinya ke tanah dan keluarlah air dari bekas hentakan kakinya. Maka, pada saat itu pula menjadi sebuah sumur yang kelak dapat menjadi sumber kehidupan manusia, maka terkenal dan kemudian dinamakan Dukuh Sumur Binangun.

      Pada masa itu masing-masing dusun (sekarang), dulu sebagai perdikan yang dipimpin oleh seorang Lurah, Ngemplak dipimpin seorang Lurah yang bernama KI KIYEM, Sumur Binangun oleh KI SAGOET, Wonosari KI KASTOEBI, Wonokerto oleh KI SA'AD, dan setelah masa itu bergabung menjadi satu Desa dengan Nama Desa Wonosari dengan Lurah KASMOREDJO anak dari KI SAGOET, yang masa kepemimpinanya sangat disegani baik oleh warga desanya ataupun oleh para lurah di Kabupaten Kendal sampai masa akhir jabatanya.

    Pada pemilihan Kepala Desa pada tahun 1971 yang diikuti oleh empat calon yang masing-masing, Maksum, Suardoko, Suparmo dan Busari, dalam pemilihan tersebut dimenangkan oleh Suardoko. Dalam kepemimpinanya banyak melakukan perubahan yang berarti sampai dengan masa jabatan yang kedua beliaunya sebagai ketua paguyuban kades Kabupaten Kendal.

 

Tabel 2.1  Sejarah Pemerintahan Desa

NAMA-NAMA DEMANG/LURAH/KEPALA DESA

SEBELUM DAN SESUDAH BERDIRINYA DESA WONOSARI

No

Periode

Nama Kepala Desa

Keterangan

1

Sebelum Th 1927

Tidak diketahui

 

2

1927 s/d 1937

KASMOREDJO

 

3

1937 - 1940

SATIJAN

 YMT Lurah

4

1940 - 1970

KASMOREDJO

 

5

1971 - 1989

SUARDOKO

 

6

1989 - 1999

SUARDOKO

Jabatan yg ke 2

7

1999 - 2007

NGIRPAN

 

8

2007 - 2013

TEGUH SOEKANDAR

 

9

2013 - 2019

TEGUH SOEKANDAR

Jabatan yg ke 2

10

Sept 2019 – Mei 2020

PURWOKO

Pj. KADES

11

Mei 2020 - Sekarang

H. MUSTAGFIRIN